Prabowo: Ancaman Konflik Global Jadi Momentum Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Nasional

JAKARTA (CMP) – Presiden Prabowo Subianto menilai situasi dunia saat ini tengah dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan ancaman krisis global. Namun, menurutnya kondisi tersebut justru harus dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mempercepat kemandirian di sektor pangan dan energi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta. Dalam sambutannya, ia menyebut krisis sebagai ujian yang dapat menjadi batu loncatan bagi negara yang mampu memanfaatkannya dengan baik.

“Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini semakin kuat,” ujar Prabowo.

Menurutnya, ketidakpastian global saat ini mendorong Indonesia untuk mempercepat program swasembada pangan dan energi. Kedua sektor tersebut dinilai sangat vital dalam menghadapi potensi krisis dunia.

Di sektor pangan, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya swasembada beras, tetapi juga komoditas lain seperti jagung dan bahan pangan strategis lainnya.

“Kita sudah punya rencana swasembada pangan dan sebagian sudah tercapai. Kita juga punya rencana swasembada energi dalam empat tahun ke depan. Tapi kita harus percepat,” katanya.

Untuk sektor energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sumber daya domestik seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan pengembangan energi terbarukan yang dinilai memiliki potensi besar di Indonesia, mulai dari panas bumi hingga energi surya.

“Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak, singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung dan tebu. Kita juga memiliki potensi geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia, tetapi belum dimanfaatkan sepenuhnya,” jelasnya.

Khusus untuk energi surya, Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW). Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan elektrifikasi nasional berbasis energi terbarukan.

“Kita akan membangun energi surya hingga 100 GW dalam waktu sesingkat-singkatnya. Itu sudah menjadi keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu bergerak lebih cepat dan efektif,” tegasnya.

Prabowo optimistis dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Indonesia tidak hanya mampu melewati krisis global, tetapi juga keluar dari situasi tersebut dalam kondisi yang lebih kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *