PEKANBARU (CMP) – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meluas di sejumlah wilayah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di daerah rawan kebakaran.
Operasi modifikasi cuaca tahap pertama yang dilaksanakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika kini telah rampung. Selama operasi berlangsung, sekitar 35 ton garam atau natrium klorida (NaCl) disemai ke awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses pemadaman kebakaran, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Riau, Jim Ghafur, mengatakan modifikasi cuaca menjadi salah satu strategi penting dalam pengendalian karhutla di provinsi tersebut.
Menurutnya, kondisi cuaca panas, tiupan angin yang cukup kencang, serta karakteristik lahan gambut di Riau membuat api cepat menjalar dan sulit dipadamkan tanpa bantuan hujan.
“Modifikasi cuaca ini sangat membantu, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat,” ujarnya, Jumat (12/3/2026).
Hingga saat ini tercatat empat daerah di Riau masih mengalami kebakaran hutan dan lahan, yakni Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Bengkalis.
Di Kabupaten Kampar, kebakaran masih terjadi di kawasan Jalan Niaga, Rimbo Panjang. Tim gabungan terus melakukan pemadaman agar api tidak meluas karena lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga.
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, serta di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, sejumlah titik api yang sempat muncul di Kota Pekanbaru telah berhasil dikendalikan oleh petugas di lapangan.
Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah pusat juga telah merencanakan operasi modifikasi cuaca tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Namun pemerintah daerah berharap pelaksanaan tahap lanjutan tersebut dapat dipercepat mengingat kondisi kebakaran di beberapa daerah mulai meningkat.
Pemprov Riau menegaskan akan terus memperkuat upaya penanganan karhutla melalui kombinasi operasi udara dan pemadaman darat oleh tim gabungan.

