Antrean Bantuan Pendidikan BNI di Pekanbaru Picu Keributan

Pekanbaru

Pekanbaru (CMP) – Penyaluran bantuan pendidikan bagi siswa SMA dan SMK melalui Bank Negara Indonesia (BNI) di Pekanbaru menimbulkan keluhan masyarakat akibat antrean panjang dan pembatasan kuota harian. Kondisi tersebut bahkan memicu keributan antara orang tua dan siswa penerima bantuan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/12/2025) di Jl. Hangtuah, Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi untuk mendapatkan bantuan yang persyaratannya diberikan melalui pihak sekolah masing-masing.

Salah seorang warga mengatakan, penyaluran bantuan telah berlangsung sejak Jumat lalu dan akan berakhir pada akhir Desember atau paling lambat 1 Januari 2026. Bantuan tersebut khusus diberikan kepada siswa SMA dan SMK yang telah terdaftar melalui sekolah.

Menurut warga, pihak BNI membatasi penerima bantuan hanya 20 orang per hari, sementara di beberapa cabang lain mencapai 30 orang per hari. Akibatnya, banyak warga datang sejak pukul 04.00 hingga 05.00 WIB demi mendapatkan antrean.

Antrean panjang tersebut memicu ketegangan. Sejumlah ibu-ibu dan pelajar terlibat adu mulut karena saling mengklaim telah datang lebih awal, bahkan ada siswa yang mengaku didorong dan kehilangan posisi antreannya.

Warga pun mengeluhkan kebijakan pembatasan kuota harian tersebut dan membandingkannya dengan bank lain yang dinilai lebih mudah dalam penyaluran bantuan pendidikan tanpa pembatasan ketat.

Sementara itu, salah satu siswi SMK bernama Ledis mengaku memilih tidak melanjutkan antrean karena kuota yang terbatas. Ia menjelaskan bahwa persyaratan bantuan dari BNI harus melalui rekomendasi sekolah dan membawa Kartu Keluarga (KK).

Penulis : Andi

Editor : Yulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *