Asyik Video Call Saat Mengemudi, Wanita Muda Tabrak Pekerja Marka Jalan hingga Tewas di Pekanbaru

Pekanbaru

PEKANBARU (CMP)– Kelalaian saat berkendara kembali merenggut nyawa. Seorang pekerja marka jalan tewas tragis setelah ditabrak mobil yang dikemudikan seorang wanita muda yang tengah melakukan panggilan video (video call) di Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 02.55 WIB. Korban diketahui bernama Masrial (36), seorang pekerja marka jalan asal Solok, Sumatra Barat. Saat kejadian, korban sedang jongkok melakukan pengecatan marka di lajur kiri jalan.

Kendaraan Toyota Raize yang dikemudikan SH (28) melaju dengan kecepatan cukup tinggi, diperkirakan antara 60 hingga 70 kilometer per jam. Fokus pengemudi teralihkan ketika ponsel yang digunakan untuk video call terjatuh ke lantai mobil. Upaya SH untuk meraih ponsel tersebut membuat kendaraan bergerak zig-zag dan akhirnya hilang kendali.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, mengungkapkan bahwa kuatnya benturan menyebabkan korban tidak hanya tertabrak, tetapi juga terseret sejauh kurang lebih 15 meter.

“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, keterangan saksi, serta rekaman CCTV, kendaraan melaju di kisaran 60 sampai 70 kilometer per jam. Korban mengalami luka berat, terutama di bagian kepala, akibat terseret sekitar 15 meter,” ujar AKP Satrio saat ekspos kasus, Kamis (29/1/2026).

Akibat benturan tersebut, Masrial mengalami luka parah di bagian kepala, tangan, dan kaki. Korban sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Ironisnya, usai menabrak korban, pengemudi tidak menghentikan kendaraannya dan justru melarikan diri dari lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan memanfaatkan rekaman CCTV di sekitar lokasi serta barang bukti berupa pelat nomor kendaraan yang tertinggal di TKP.

“Hasil penyelidikan mengungkap bahwa pengemudi menggunakan ponsel saat berkendara dan melakukan video call. Ketika ponsel jatuh dan berusaha diambil, kendaraan berpindah lajur ke kiri dan menabrak korban yang sedang bekerja,” jelas AKP Satrio.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi menegaskan, penggunaan ponsel saat berkendara—terlebih untuk aktivitas visual seperti video call—merupakan pelanggaran serius yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan agar tetap fokus saat berkendara, demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *