Madu sering dianggap sebagai makanan sehat, namun bagi bayi di bawah usia satu tahun justru bisa sangat berbahaya. Dokter anak dan organisasi kesehatan dunia telah lama melarang pemberian madu kepada bayi karena risiko botulisme bayi (infant botulism), yaitu kondisi serius yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian.
Madu dapat mengandung spora bakteri Clostridium botulinum, bakteri yang hidup di tanah dan debu. Spora ini tahan panas sehingga tetap bertahan meskipun madu dipasteurisasi. Ketika masuk ke tubuh bayi, spora tersebut dapat tumbuh dan menghasilkan racun botulinum, salah satu racun paling berbahaya di dunia.
Hal ini bisa terjadi karena sistem pencernaan bayi di bawah satu tahun belum matang. Mereka belum memiliki asam lambung dan flora usus yang cukup kuat untuk membunuh spora botulinum. Akibatnya, spora dapat berkembang biak di usus dan memicu botulisme yang ditandai dengan:
- Otot lemas
- Sembelit
- Bayi tampak tidak aktif
- Kesulitan menyusu
- Gangguan pernapasan
Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Beberapa badan organisasi kesehatan internasional seperti World Health Organization (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP) dan IDAI sepakat melarang madu untuk dikonsumsi oleh bayi berusia kurang dari 1 tahun.
Madu memang memiliki manfaat yang baik untuk tubuh dan aman untuk anak dan orang dewasa, tetapi sangat berbahaya bagi bayi di bawah 1 tahun. Orang tua diminta untuk tidak memberikan madu dalam bentuk apa pun, termasuk campuran minuman, obat tradisional, maupun produk makanan yang mengandung madu.
Penulis: Andi
Editor: Rahman

