Studi terbaru dari UK melalui penerbit jurnal ilmiah internasional (MDPI) yang diterbitkan pada 31 Agustus 2025, mengungkap bahwa anak yang rutin mengonsumsi Air Susu Ibu(ASI) ternyata memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang lebih tinggi dibanding dengan anak-anak yg tidak dapat ASI.
Salah satu penelitian di Skotlandia menunjukkan bahwa anak-anak yang telah disusui secara eksklusif selama 6–8 minggu memiliki risiko lebih rendah mengalami Kebutuhan Pendidikan Khusus karena kesulitan belajar jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan ASI. Sedangkan untuk anak-anak yang disusui selama 6–8 minggu, tetapi tidak secara eksklusif, sama kecil kemungkinannya untuk mengalami hasil seperti itu seperti anak-anak yang telah disusui secara eksklusif.
Sementara di Jepang, sebuah studi longitudinal terhadap 77.000 anak menemukan bahwa menyusui selama setidaknya 6 bulan menghasilkan risiko keterlambatan perkembangan yang lebih rendah pada usia 12 bulan; penulis juga menunjukkan hasil yang serupa dengan menggunakan pasangan saudara kandung.
Sebuah Studi Longitudinal Australia terhadap 8560 anak menunjukkan hubungan positif antara durasi menyusui dengan keterampilan bahasa dan kecerdasan non-verbal tetapi tidak dengan fungsi eksekutif.
Secara total, 11.337 ibu mengisi pertanyaan saat anak berusia 6 bulan mengenai apakah ia disusui: 28,7% masih disusui; 24,4% tidak pernah disusui, dan 46,9% sudah mulai tetapi berhenti menyusui sebelum anak berusia enam bulan. Di antara mereka yang menyusui pada usia 6 bulan, frekuensi menyusui bervariasi dari satu hingga 10 kali sehari, mungkin mencerminkan fakta bahwa banyak perempuan masih menyusui sesuai permintaan. Kami menggunakan semua anak yang menerima ASI pada usia 6 bulan sebagai fokus dari rangkaian analisis ini yang mengkaji cara perkembangan selanjutnya mereka berbeda dari anak-anak yang tidak pernah menerima ASI. Anak-anak yang menerima ASI kurang dari 6 bulan tidak dimasukkan dalam analisis.
Penulis: Andi
Editor: Rahman

