Lansia Tetap Harus Datang Demi Mendapatkan BLT Pekanbaru.

Pekanbaru

Pekanbaru — Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) demi mendapatkan uang
sebesar Rp900.000. Sandekot salah satu warga lansia yang tidak sanggup berjalan tetap datang demi mendapatkan bantuan dan masyarakat di Kantor Pos setempat diwarnai kericuhan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan terjadi sebelum awak media tiba di lokasi, hingga mengakibatkan kaca pintu Kantor Pos pecah. Selasa 30/12/2025

Akibat insiden tersebut, proses penyaluran bantuan sempat dialihkan ke bagian belakang Kantor Pos guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun kondisi di lokasi dinilai cukup memprihatinkan, karena warga tetap harus mengantre panjang di bawah terik matahari.

Sejumlah warga mengaku terpaksa tetap datang dan mengantre meskipun kondisi fisik tidak memungkinkan. Hal ini dikarenakan penyaluran BLT tidak diperbolehkan untuk diwakilkan, sehingga penerima wajib hadir secara langsung demi mendapatkan bantuan tersebut.

“Salah satu penerima bantuan adalah seorang bapak lanjut usia bernama sandekot yang harus berjalan menggunakan tongkat. Ia mengaku terpaksa datang dan harus di temani anaknya. Karna tidak boleh di wakilkan, anaknya hanya membantu menemi bapak tersebut dan anaknya membawa cucunya yang masih kecil, melihat kondisinya cucunya dan bapak tersebut tidak mendukung untuk berlama-lama di tempat, bapak tersebut takut kehilangan haknya sebagai penerima BLT jika di wakilkan(hangus) ia mengatakan Tadi hampir jatuh, sudah tidak kuat lagi berjalan,” ujar bapak tersebut dengan suara lemah.

Melihat kondisi tersebut, awak media dari Channel Merah Putih (CMP) yang berada di lokasi merasa prihatin dan berinisiatif membantu bapak lanjut usia tersebut dengan berkoordinasi kepada petugas BLT Atas dasar pertimbangan kesehatan, petugas akhirnya memberikan prioritas pelayanan kepada bapak tersebut.

Berkat bantuan dan koordinasi tersebut, bapak lanjut usia itu dapat menerima bantuan lebih cepat tanpa harus mengantre terlalu lama di bawah panas matahari. Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi dirinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar ke depan proses penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan dengan lebih h Lansia Tetap Harus Datang Demi Mendapatkan BLT Pekanbaru.

Pekanbaru — Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) demi mendapatkan uang
sebesar Rp900.000. Sandekot salah satu warga lansia yang tidak sanggup berjalan tetap datang demi mendapatkan bantuan dan masyarakat di Kantor Pos setempat diwarnai kericuhan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan terjadi sebelum awak media tiba di lokasi, hingga mengakibatkan kaca pintu Kantor Pos pecah. Selasa 30/12/2025

Akibat insiden tersebut, proses penyaluran bantuan sempat dialihkan ke bagian belakang Kantor Pos guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun kondisi di lokasi dinilai cukup memprihatinkan, karena warga tetap harus mengantre panjang di bawah terik matahari.

Sejumlah warga mengaku terpaksa tetap datang dan mengantre meskipun kondisi fisik tidak memungkinkan. Hal ini dikarenakan penyaluran BLT tidak diperbolehkan untuk diwakilkan, sehingga penerima wajib hadir secara langsung demi mendapatkan bantuan tersebut.

“Salah satu penerima bantuan adalah seorang bapak lanjut usia bernama sandekot yang harus berjalan menggunakan tongkat. Ia mengaku terpaksa datang dan harus di temani anaknya. Karna tidak boleh di wakilkan, anaknya hanya membantu menemi bapak tersebut dan anaknya membawa cucunya yang masih kecil, melihat kondisinya cucunya dan bapak tersebut tidak mendukung untuk berlama-lama di tempat, bapak tersebut takut kehilangan haknya sebagai penerima BLT jika di wakilkan(hangus) ia mengatakan Tadi hampir jatuh, sudah tidak kuat lagi berjalan,” ujar bapak tersebut dengan suara lemah.

Melihat kondisi tersebut, awak media dari Channel Merah Putih (CMP) yang berada di lokasi merasa prihatin dan berinisiatif membantu bapak lanjut usia tersebut dengan berkoordinasi kepada petugas BLT Atas dasar pertimbangan kesehatan, petugas akhirnya memberikan prioritas pelayanan kepada bapak tersebut.

Berkat bantuan dan koordinasi tersebut, bapak lanjut usia itu dapat menerima bantuan lebih cepat tanpa harus mengantre terlalu lama di bawah panas matahari. Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi dirinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar ke depan proses penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan dengan lebih humanis, tertib, dan memperhatikan kondisi kesehatan serta keselamatan para penerima, khususnya lansia dan warga rentan lainnya.umanis, tertib, dan memperhatikan kondisi kesehatan serta keselamatan para penerima, khususnya lansia dan warga rentan lainnya.

Penulis : Andi

Editor : Yulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *