Mahasiswa ITB Indragiri Soroti Dugaan Kerja Sama Fiktif TOEFL ITP dan Dana Rp1,2 Miliar

Indragiri Hulu

Indragiri Hulu (CMP)– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Institut Teknologi Bisnis (ITB) Indragiri mendesak pihak kampus untuk mengusut dugaan kerja sama fiktif pelaksanaan tes TOEFL ITP serta dugaan penyalahgunaan dana mahasiswa dengan nilai mencapai Rp1,2 miliar. Sabtu (20/12/2025).

Desakan disampaikan melalui pernyataan sikap yang dibacakan di lingkungan kampus. Aksi ini berangkat dari keresahan mahasiswa terkait keabsahan tes TOEFL ITP yang diwajibkan kepada mahasiswa selama periode 2021-2025.

Mahasiswa mempertanyakan apakah tes TOEFL yang diikuti benar-benar merupakan TOEFL ITP resmi atau hanya tes internal yang diselenggarakan oleh laboratorium kampus. Keresahan ini kemudian ditelusuri oleh DPM ITB Indragiri dengan menghimpun data serta melakukan konfirmasi langsung kepada pihak penyelenggara TOEFL ITP.

Berdasarkan data yang disampaikan mahasiswa, selama periode 2021–2025 telah dilaksanakan tes TOEFL sebanyak lima kali dengan jumlah peserta rata-rata sekitar 390 mahasiswa setiap tahun. Setiap mahasiswa diwajibkan membayar biaya sebesar Rp650.000. Jika diakumulasi, total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp1.267.500.000.

Mahasiswa juga menyoroti alur pengelolaan dana TOEFL tersebut. Berdasarkan penelusuran mereka, pembayaran dilakukan melalui dua mekanisme, yakni setoran tunai kepada pihak laboratorium dan transfer ke rekening Bank BRI atas nama English Language Center ITB Indragiri. Rekening tersebut, menurut mahasiswa, hanya dapat diakses oleh dua orang tertentu.

Dana akademik mahasiswa seharusnya masuk ke rekening resmi institusi dan dikelola oleh Wakil Rektor II serta bendahara kampus, bukan dikelola oleh oknum tertentu,” ujar mahasiswa

Jika informasi tersebut benar, mahasiswa menilai terdapat kejanggalan serius, karena sejak 2021-2025 mahasiswa masih dipungut biaya dengan label TOEFL ITP, sementara sertifikat dan hasil tes yang diterima dinilai tidak memenuhi standar TOEFL ITP resmi.

Atas dasar tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pihak kampus, yakni membuka seluruh laporan keuangan TOEFL periode 2021–2025, melakukan audit independen dan transparan, memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat, mengembalikan hak mahasiswa, serta memproses secara hukum apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat ITB Indragiri belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Penulis : Dian

Editor : Yulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *