Pekanbaru – Tradisi tahunan Petang Megang kembali akan diramaikan masyarakat Kota Pekanbaru menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Momentum budaya yang sarat makna ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga tetap mengutamakan faktor keselamatan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zakri Fajar Triyanto, mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan tradisi Petang Megang sebagai bentuk pelestarian budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang Ramadan, tetapi juga simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat dalam menyambut bulan suci.
“Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama meramaikan Petang Megang. Ini tradisi turun-temurun masyarakat kita, khususnya Melayu, yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Meski demikian, Zakri menegaskan pentingnya kewaspadaan, terutama saat kegiatan mandi balimau yang biasanya dilakukan di tepian sungai. Ia menyoroti kondisi cuaca di Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir yang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan debit air Sungai Siak dan memperkuat arus, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak yang ikut dalam kegiatan tersebut.
“Orang tua harus benar-benar mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai lengah, apalagi jika arus sungai sedang deras,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri turun ke sungai apabila kondisi air dinilai tidak aman. Keselamatan, menurutnya, harus menjadi prioritas utama dibandingkan euforia tradisi.
Selain itu, Zakri mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memastikan kesiapan pengamanan selama pelaksanaan Petang Megang. Mulai dari penempatan petugas di titik keramaian hingga pengawasan di kawasan tepian sungai guna mencegah potensi kecelakaan.
Dengan pengawasan dan kesadaran bersama, tradisi Petang Megang diharapkan tetap berlangsung meriah, aman, serta menjadi pembuka yang penuh makna dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

