SIMALUNGUN (CMP) — Kecelakaan maut terjadi di jalur alternatif menuju kawasan wisata Danau Toba, tepatnya di KM 06-07 jurusan Simpang Palang–Simpang Sitahoan, Dusun Talun Sungkit, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Insiden melibatkan satu unit truk Mitsubishi Fuso dan mobil minibus Toyota Kijang Super yang mengangkut satu keluarga asal Riau. Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Simalungun, Ipda Yancen Hutabarat, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk yang dikemudikan AL (49) melaju dari arah Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan di jalan menanjak.
“Setibanya di tanjakan, sopir truk diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan sehingga mundur ke belakang dan menabrak minibus yang berada tepat di belakangnya,” ujarnya.
Minibus yang dikemudikan S (61) saat itu membawa lima penumpang. Benturan keras tak terhindarkan hingga menyebabkan pengemudi S serta dua penumpang, J (16) dan YP (16), meninggal dunia di tempat.
Sementara tiga penumpang lainnya, yakni S (65), W (54), dan FM (12), mengalami luka ringan. Sopir truk dilaporkan selamat tanpa luka.
Petugas langsung melakukan evakuasi korban. Jenazah korban dibawa ke Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar. Sedangkan salah satu korban luka, W (54), dirujuk ke RS Vita Insani untuk mendapatkan perawatan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kondisi jalan saat kejadian berupa tanjakan dan tikungan dengan arus lalu lintas sedang. Jalur tersebut merupakan jalan alternatif dengan lebar sekitar 7 meter dan dilapisi aspal hotmix.
Diketahui, rombongan korban merupakan satu keluarga yang tengah dalam perjalanan berlibur ke kawasan Danau Toba. Mereka sebelumnya sempat singgah di beberapa lokasi keluarga sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur alternatif yang digunakan untuk mengurai kemacetan menuju Parapat.
Aminullah (45), keluarga korban, mengaku terpukul atas kejadian tersebut. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas insiden ini dan meminta pihak yang bertanggung jawab mempertanggungjawabkan peristiwa yang merenggut nyawa keluarganya.
“Kami berharap kasus ini ditangani serius. Bagi kami sebagai keluarga korban, pihak yang menyebabkan kerugian harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian.

