Pekanbaru (CMP) – Warisan budaya Melayu termasuk wayang yang dahulu menjadi hiburan sekaligus sarana penyampaian nilai moral, kini mulai pudar dan hanya menjadi koleksi di museum sang nila utama provinsi Riau. Jumat (19/12/2023).
Generasi muda sekarang semakin jarang mengenal wayang apalagi memaikan wayang, yang mungkin saja tidak tau apa itu wayang karena luput akan sorotan anak-anak gen z.
Pertunjukan atau permainan Wayang dulu pernah menjadi hiburan utama masyarakat Melayu, sekaligus media untuk cerita kepahlawanan, dan kearifan lokal sekarang ini pertunjukan wayang kini semakin jarang ditemui di masyarakat.
Namun kini wayang di museum di tampilkan sebagai bukti bahwa wayang adalah salah satu warisan yang perlu kita lestarikan bersama-sama. Koleksi wayang dan permainan tradisional lainya yang dahulu populer kini tetap menyimpan nilai sejarah dan filosofi tinggi. Melalui museum inilah kita dapat mengenal kembali budaya leluhur dan identitas budaya Melayu.
Namun, museum ini belum terlalu optimal maka butuh dukungan promosi dari pemerintah. Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui keberadaan museum maupun koleksi budaya yang tersimpan di dalamnya. Minimnya informasi membuat Museum Sang Nila Utama belum menjadi tujuan utama wisata edukasi di Pekanbaru.
Semoga dengan ini pemerintah mendukung kembali museum sang nila utama baik dalam hal promosi berkelanjutan, pemanfaatan media sosial, kerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi, serta pengintegrasian museum dalam agenda wisata budaya sangat diperlukan. Dengan begitu, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang hidup bagi kebudayaan Melayu agar tetap dikenal dan diwariskan untuk masa depan.
Penulis : Dian
Editor : Yulia

