Pekanbaru (CMP)– Kebijakan pemerintah yang menetapkan parkir gratis di gerai ritel modern yakni Indomaret dan Alfamart menuai keluhan dari para tukang parkir. Kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung pada hilangnya sumber penghasilan, bahkan mengancam mata pencaharian mereka. Sabtu (27/12/2025).
Sebelum kebijakan tersebut diterapkan, tarif parkir yang berlaku umumnya Rp1.000 untuk sepeda motor dan Rp2.000 untuk mobil. Dari tarif itu, penghasilan per hari bisa mencapai lebih dari Rp100.000, tergantung tingkat kunjungan konsumen.
Kami tidak punya pekerjaan lain selain tukang parkir. Sekarang parkir digratiskan, penghasilan hilang. Pemerintah seharusnya lebih mempertimbangkan nasib kami dan Semoga ke depan pemerintah mempertimbangkan lagi kebijakannya dan bisa mempermudah dan memberikan jalan keluar bagi kami.” ujar tukang pakir.
Selain kehilangan pendapatan, kebijakan parkir gratis juga dinilai membawa dampak serius terhadap ketertiban lalu lintas di sekitar minimarket. Sejak tidak adanya lagi tukang parkir yang bertugas secara aktif, banyak kendaraan pengunjung yang berhenti sembarangan di badan jalan tanpa pengaturan yang jelas. Kondisi ini kerap memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk, serta menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga mengganggu arus lalu lintas utama.
Kedepannya pemerintah dapat lebih memperhatikan pekerjaan parkir. Mereka menilai kebijakan parkir gratis saja tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap pekerja pakir. Dengan adanya solusi dan perhatian nyata dari pemerintah, diharapkan kebijakan yang diambil tidak justru menimbulkan persoalan sosial baru di tengah masyarakat.
Penulis : Dian
Editor : Yulia

