Dukungan Infrastruktur Didorong untuk Jadikan Ma’aghak Suwek Agenda Wisata Lokal di Desa Pulau Birandang

Kampar Riau

Kampar (CMP) – Tradisi adat Ma’aghak Suwek kembali digelar dengan semarak di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 desa tersebut. Kegiatan yang sarat nilai religius dan budaya ini berlangsung di Lapangan Sport Center Desa Pulau Birandang dan dihadiri ratusan masyarakat serta tokoh daerah.

Salah satu tamu kehormatan yang hadir, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, H. Edi Basri, SH., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat dan pemerintah desa yang terus menjaga kelestarian tradisi turun-temurun ini. Menurutnya, Ma’aghak Suwek bukan hanya ritual adat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kampar.

“Jika acara ini sudah menjadi agenda tahunan, sebaiknya dimasukkan dalam kalender wisata lokal. Dengan begitu, Ma’aghak Suwek dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” ujar Edi Basri kepada Channel Merah Putih, Selasa (28/10/25).

Lebih lanjut, Edi Basri menekankan pentingnya dukungan infrastruktur pendukung kegiatan, terutama dalam hal fasilitas panggung dan area pertunjukan. Ia menyarankan agar pemerintah desa menyiapkan panggung permanen atau area pertunjukan yang representatif, sehingga berbagai atraksi budaya seperti tarian, pencak silat, dan kesenian tradisional lainnya dapat ditampilkan dengan lebih layak dan menarik.

Dengan adanya infrastruktur yang memadai, acara budaya seperti ini akan lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta tamu yang datang,” tambahnya.

Pemerintah Desa Pulau Birandang sendiri menyambut baik saran tersebut. Peningkatan infrastruktur menjadi bagian penting dalam upaya menjadikan tradisi Ma’aghak Suwek tidak hanya sebagai kegiatan adat, tetapi juga sebagai agenda pariwisata unggulan yang mengangkat identitas budaya masyarakat setempat.

Tradisi Ma’aghak Suwek merupakan simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Dengan dukungan pemerintah dan perbaikan fasilitas, kegiatan ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisata budaya di Kabupaten Kampar.

Penulis: Roy Basf

Editor: Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *