FKDT Kampar Usulkan Kembali Kenaikan Insentif Guru MDTA

Kampar Riau

Kampar (CMP) – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Kampar melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar. Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan yang dihadapi para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), terutama terkait rendahnya honorarium atau insentif yang mereka terima.

Ketua DPC FKDT Kabupaten Kampar, Samsul Hidayat, S.Pd., MM, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap pemerintah daerah dapat kembali menaikkan besaran insentif bagi guru MDTA yang sempat berkurang beberapa tahun terakhir.

Tahun 2019, insentif guru MDTA mencapai Rp500 ribu per bulan. Namun sejak 2021 turun menjadi Rp300 ribu dan belum mengalami perubahan hingga kini. Kami berharap bisa dinaikkan kembali, minimal bertambah Rp50 ribu dari jumlah saat ini, agar menjadi motivasi bagi para guru,” ujar Samsul Hidayat saat diwawancarai Channel Merah Putih, Senin (27/10/25).

Selain persoalan insentif, FKDT juga mengusulkan agar Pemerintah Daerah Kampar melalui kebijakan bidang pendidikan mewajibkan lulusan Sekolah Dasar (SD) yang akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi untuk melampirkan ijazah MDTA.

Kebijakan ini penting agar lembaga MDTA memiliki nilai tambah di mata masyarakat, sekaligus menumbuhkan minat belajar agama sejak dini,” tambah Samsul.

Komisi II DPRD Kabupaten Kampar menyambut positif aspirasi tersebut. Pihak komisi mendorong FKDT untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan MDTA agar mampu bersaing dengan lembaga pendidikan berbasis Islam lainnya, seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).

Berdasarkan data FKDT, saat ini terdapat 527 lembaga MDTA di Kabupaten Kampar dengan total sekitar 25.000 siswa. Angka ini menurun cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 50.000 siswa. Penurunan tersebut menjadi perhatian bersama agar eksistensi MDTA tetap terjaga dan diminati masyarakat.

FKDT hadir sebagai wadah komunikasi guru MDTA sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan keagamaan di Kabupaten Kampar,” tutup Samsul Hidayat.

Penulis: Roy Basf

Editor: Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *