LUMAJANG – Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur. Hingga 1 September 2026, api telah berdampak pada sekitar 3.072 hektare area.

Kebakaran muncul di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak 26 Agustus 2026. Sejumlah titik masih mengeluarkan asap. Petugas terus menangani lokasi tersebut. (BPBD Kabupaten Lumajang)

Ranu Kumbolo menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak terbesar. Api telah membakar sekitar 1.887,07 hektare kawasan tersebut.

Tim gabungan memadamkan api melalui jalur darat dan udara. Petugas memakai gepyok, jet shooter, serta blower. Helikopter menjatuhkan air melalui operasi water bombing untuk menjangkau area sulit. (BPBD Kabupaten Lumajang)

Medan terjal dan angin kencang menghambat proses pemadaman. Angin juga berpotensi memperluas kobaran di kawasan hutan.

TNBTS menutup jalur pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus. Pengelola belum menetapkan waktu pembukaan kembali demi melindungi pengunjung. (BNPB)

Masyarakat harus mematuhi aturan pengelola kawasan. Warga juga perlu mengikuti informasi resmi pemerintah.