LAMPUNG SELATAN – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menunjukkan aktivitas vulkanik. PVMBG mempertahankan status gunung api tersebut pada Level III atau Siaga.

Pada Sabtu (22/8/2026), Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. PVMBG mencatat sembilan kali letusan sejak pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Kolom abu mencapai ketinggian sekitar 200 hingga 400 meter di atas puncak. Erupsi juga mengeluarkan material vulkanik dari kawah. 

Sebelumnya, gunung tersebut mengalami 20 kali erupsi pada 17 Agustus 2026. Aktivitas kegempaan dan hembusan masih terekam oleh alat pemantau. 

Petugas terus memantau kondisi Anak Krakatau selama 24 jam. Mereka menggunakan pengamatan visual dan peralatan khusus untuk melihat perubahan aktivitas.

PVMBG meminta masyarakat mengikuti rekomendasi keselamatan. Nelayan, wisatawan, dan warga sekitar juga perlu menjauhi kawasan berbahaya sesuai radius yang ditetapkan.

Aktivitas gunung masih bersifat fluktuatif. Karena itu, masyarakat perlu menghindari informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti pembaruan resmi Badan Geologi atau PVMBG.