KALIMANTAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan dengan kabut asap. Kondisi ini menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat. 

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang menghadapi dampak serius. Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di provinsi tersebut sejak Januari 2026. Lonjakan kasus terlihat di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. 

Kabut asap membawa partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan tersebut dapat memicu iritasi dan memperburuk gangguan pernapasan. 

Di Sambas, Dinas Kesehatan mencatat 1.098 kasus ISPA hingga 12 Agustus 2026. Petugas terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. 

Kondisi serupa juga muncul di wilayah lain. Di Kalimantan Tengah, ribuan warga mengalami ISPA saat kabut asap meningkat. Palangka Raya bahkan mencatat lebih dari 12 ribu kasus. 

Pemerintah meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat. Masyarakat juga perlu menggunakan masker dan menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Kementerian Kesehatan telah mengerahkan tenaga kesehatan serta bantuan logistik untuk menghadapi dampak karhutla di sejumlah provinsi. 

Penanganan kebakaran terus berlangsung. Pemerintah juga memperkuat upaya pemadaman agar asap tidak semakin meluas.