MALANG – Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru TNBTS masih meluas hingga Senin 10/8/2026. Api menyebar ke beberapa titik dan memicu peningkatan upaya penanganan di lapangan.
Kebakaran bermula pada 3 Agustus 2026 di Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang. Angin kencang dan vegetasi kering mempercepat pergerakan api ke wilayah lain.
Petugas mencatat perluasan hingga Pusung Ledok Bedor di perbatasan Lumajang dan Probolinggo. Titik api juga muncul di sekitar Bukit B29. Medan curam menghambat proses pemadaman.
Tim gabungan TNBTS, BPBD, TNI, Polri, dan relawan bergerak melakukan sekat bakar. Mereka juga memantau pergerakan api secara berkala di lapangan.
Helikopter dikerahkan untuk water bombing di area yang sulit dijangkau. Upaya ini membantu memperlambat penyebaran api di beberapa zona kritis.
Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses wisata Bromo sejak 8 Agustus 2026. Penutupan berlaku dari jalur Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan.
Kebijakan ini diambil untuk melindungi wisatawan dan masyarakat sekitar. Aktivitas wisata dihentikan sampai kondisi dinyatakan aman.
Petugas masih siaga di lokasi untuk mencegah perluasan kebakaran. Warga diminta mengikuti informasi resmi dan menghindari area terdampak.




