JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Semarang. Ia langsung memerintahkan penanganan cepat dan evaluasi menyeluruh.

Sudaryono mengirim tim ke lokasi untuk memeriksa sumber masalah. Ia menyebut dugaan awal mengarah pada jeda waktu pengolahan dan distribusi makanan yang terlalu lama. Namun, ia menegaskan hasil laboratorium masih diperlukan untuk memastikan penyebab utama.

BGN menghentikan sementara operasional dapur yang diduga terkait insiden tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko tambahan bagi penerima program. Tim juga memeriksa standar kebersihan, sanitasi, dan prosedur kerja di lapangan.

Sudaryono menegaskan pihaknya akan memberi sanksi kepada penyedia yang melanggar aturan. Ia meminta seluruh dapur mematuhi standar keamanan pangan secara ketat.

BGN juga memperkuat pengawasan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sistem kontrol produksi dan distribusi kini diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah berharap evaluasi ini meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG. Program tersebut ditargetkan tetap aman, tepat sasaran, dan menjaga kepercayaan masyarakat.