JAKARTA – Peternak ayam menggelar aksi serentak di berbagai daerah pada Senin (10/8/2026). Mereka menyuarakan tekanan usaha akibat lonjakan biaya produksi dan penurunan harga jual telur.

Aksi berlangsung di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Peternak membawa ayam serta telur ke lokasi unjuk rasa. Sebagian peserta membagikan hasil ternak kepada warga sebagai bentuk protes.

Peternak menilai harga telur tidak menutup biaya produksi. Mereka juga menghadapi kenaikan harga pakan yang membebani usaha. Kementerian Pertanian mencatat pakan menyumbang 60–70 persen biaya peternakan unggas.

Pemerintah menetapkan harga acuan telur ayam ras Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak sejak 15 Juli 2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan pasar dan melindungi pendapatan peternak.

Namun, pelaku usaha menilai kondisi lapangan belum stabil. Mereka meminta pemerintah memperketat pengawasan distribusi pakan dan memperbaiki sistem penetapan harga.

Peternak juga mendesak solusi cepat agar biaya produksi terkendali. Mereka berharap stabilitas harga dapat terjaga sehingga usaha tetap berjalan dan pasokan telur nasional tidak terganggu.